Skip to main content
Back to Articles
ApologeticsJanuary 31, 2026

Sains dan Iman: Mengapa Keduanya Tidak Harus Bertentangan - Perspektif dari Gereja Taman Kencana Jakarta

Sains dan Iman: Mengapa Keduanya Tidak Harus Bertentangan - Perspektif dari Gereja Taman Kencana Jakarta

Di jantung Jakarta yang modern, tempat gedung-gedung pencakar langit berdiri megah dan teknologi mengalir dalam setiap aspek kehidupan, kita sering dihadapkan pada pertanyaan mendasar: apakah sains dan iman bisa berdampingan? Bagi banyak profesional muda di Jakarta, pertanyaan ini bukan sekadar diskusi filosofis, melainkan pergumulan pribadi yang nyata.

Narasi Konflik yang Keliru

Selama bertahun-tahun, kita telah diberi makan dengan narasi bahwa sains dan iman adalah musuh bebuyutan. Media popular menggambarkan seorang ilmuwan sebagai sosok yang rasional dan skeptis terhadap hal-hal spiritual, sementara orang beriman digambarkan sebagai orang yang mengabaikan bukti empiris.

Namun, narasi ini sangatlah keliru dan berbahaya. Faktanya, banyak pendiri sains modern adalah orang-orang beriman yang mendalam - seperti Isaac Newton, Johannes Kepler, dan Gregor Mendel. Mereka melihat penelitian ilmiah sebagai cara untuk memahami keagungan ciptaan Tuhan.

Ketika Sombong Menguasai Kedua Sisi

Yang ironis adalah, baik komunitas sains maupun komunitas iman dapat jatuh ke dalam kesombongan yang sama. Ada ilmuwan yang dengan sombong menyatakan bahwa sains telah "membuktikan" ketiadaan Tuhan, seolah-olah metode empiris mereka bisa mengukur realitas spiritual. Di sisi lain, ada orang-orang beriman yang dengan takabur menolak temuan ilmiah yang valid hanya karena bertentangan dengan interpretasi literal mereka terhadap Alkitab.

Kedua sikap ini sama-sama keliru dan mencerminkan kesombongan manusia. Gospel mengingatkan kita bahwa baik sains maupun iman adalah karunia dari Tuhan yang harus kita terima dengan kerendahan hati.

Harmoni dalam Perbedaan Domain

Alkitab mengajarkan bahwa Tuhan adalah pencipta segala sesuatu. Jika demikian, maka kebenaran yang ditemukan melalui penelitian ilmiah yang jujur tidak mungkin bertentangan dengan kebenaran yang dinyatakan dalam Alkitab. Keduanya berasal dari sumber yang sama - Tuhan Yang Maha Benar.

Namun, kita harus memahami bahwa sains dan iman bekerja dalam domain yang berbeda. Sains sangat baik dalam menjelaskan "bagaimana" alam semesta bekerja, tetapi tidak bisa menjawab pertanyaan "mengapa" yang lebih mendalam. Sains bisa menjelaskan mekanisme evolusi, tetapi tidak bisa menjelaskan mengapa ada sesuatu daripada tidak ada sama sekali. Sains bisa menggambarkan struktur DNA, tetapi tidak bisa menjelaskan mengapa hidup memiliki makna dan tujuan.

Pelajaran dari Kehidupan Urban Jakarta

Sebagai warga Jakarta yang hidup di era digital, kita menyaksikan keajaiban teknologi setiap hari. Smartphone kita menghubungkan kita dengan orang-orang di seluruh dunia, sistem transportasi online memudahkan mobilitas kita, dan kemajuan medis memperpanjang harapan hidup kita.

Namun, di tengah kemajuan teknologi yang luar biasa ini, mengapa banyak dari kita masih merasa kosong? Mengapa tingkat depresi dan kecemasan terus meningkat di kota-kota besar seperti Jakarta? Jawabannya adalah karena teknologi, secanggih apa pun, tidak bisa memberikan makna hidup yang sejati.

Kerendahan Hati Ilmiah dan Rohani

Yang indah dari perspektif Kristen adalah bahwa ia memanggil kita pada kerendahan hati dalam kedua domain ini. Dalam sains, kita dipanggil untuk menjadi peneliti yang jujur, siap mengubah hipotesis ketika data menunjukkan arah yang berbeda. Dalam iman, kita dipanggil untuk terus bertumbuh dalam pemahaman kita tentang kebenaran Allah, mengakui bahwa pemahaman kita masih terbatas.

What We Believe mengajarkan bahwa Tuhan adalah sumber segala kebenaran. Ini berarti kita tidak perlu takut pada penemuan ilmiah yang legitimate. Sebaliknya, kita dapat melihatnya sebagai cara Tuhan menyingkapkan keagungan ciptaan-Nya kepada kita.

Pertumbuhan Rohani Melalui Keingintahuan

Bagi kita yang bekerja di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) di Jakarta, pekerjaan kita bisa menjadi bentuk ibadah. Ketika seorang dokter menyembuhkan pasien, ia sedang menunjukkan kasih Kristus. Ketika seorang insinyur merancang sistem yang membuat hidup lebih mudah, ia sedang berpartisipasi dalam panggilan Tuhan untuk mengelola ciptaan dengan baik.

Pertumbuhan rohani tidak hanya terjadi melalui doa dan membaca Alkitab, tetapi juga melalui keingintahuan yang kudus tentang dunia yang Tuhan ciptakan. Setiap penemuan ilmiah yang valid adalah undangan untuk semakin mengagumi kebesaran Pencipta.

Respons Terhadap Misteri

Ada satu hal yang menarik: semakin dalam sains menggali realitas, semakin banyak misteri yang ditemukan. Quantum mechanics menunjukkan bahwa realitas jauh lebih aneh dari yang pernah kita bayangkan. Kosmologi modern mengungkapkan alam semesta yang begitu luas dan kompleks. Neurologi menunjukkan betapa mengagumkannya otak manusia.

Bagi orang beriman, misteri-misteri ini bukan ancaman, melainkan undangan untuk lebih mengagumi Tuhan. Seperti yang dikatakan Einstein, "Yang paling indah yang bisa kita alami adalah misteri."

Komunitas yang Memahami

Di GKBJ Taman Kencana, sebagai tempat ibadah Jakarta yang telah melayani selama lebih dari 70 tahun, kami memahami pergumulan ini. Banyak jemaat kami adalah profesional yang bekerja di berbagai bidang sains dan teknologi. Mereka menemukan bahwa iman Kristen tidak menghambat karier ilmiah mereka, melainkan memberikan kerangka makna yang memperkaya pekerjaan mereka.

Sermons kami sering membahas bagaimana kebenaran gospel dapat diaplikasikan dalam kehidupan profesional, termasuk bagi mereka yang bekerja di bidang sains dan teknologi.

Undangan untuk Eksplorasi

Jika Anda seorang ilmuwan, engineer, atau profesional teknologi yang tinggal di Jakarta, Anda tidak perlu meninggalkan intelektualitas untuk mengikuti Kristus. Sebaliknya, Kristus mengundang Anda untuk menggunakan kemampuan intelektual Anda untuk kemuliaan-Nya.

Iman Kristen tidak takut pada pertanyaan sulit atau penemuan baru. Ia malah mengundang kita untuk mengeksplorasi realitas dengan kerendahan hati dan keheranan yang kudus. Karena pada akhirnya, baik sains maupan iman mengarahkan kita pada satu kesimpulan yang sama: betapa luar biasanya Tuhan yang telah menciptakan dan menebus kita.

Share Article

GKBJ Taman Kencana

This article was written to inspire and equip you in your faith journey.

Read More Articles
Service Times
Get Directions
Call Us
WhatsApp

Service Times

Sunday

General Service: 07:00 & 09:30

Youth Service: 17:00

Sunday School: 09:30

Wednesday

Prayer Meeting: 18:00