Pernikahan: Bukan tentang Kebahagiaan, tetapi tentang Kekudusan - Perspektif Kristen untuk Pasangan di Jakarta

Di tengah hiruk-pikuk Jakarta yang tak pernah tidur, kita sering mendengar percakapan di coffee shop atau kantor tentang pernikahan. "Aku akan menikah kalau sudah bahagia," atau "Pernikahan harus membuat kita bahagia." Namun, Injil menawarkan perspektif yang mengejutkan dan kontra-intuitif: pernikahan bukan pertama-tama tentang kebahagiaan, melainkan tentang kekudusan.
Mitos Kebahagiaan dalam Budaya Jakarta Modern
Sebagai warga Jakarta yang hidup di era media sosial, kita dibombardir dengan gambaran pernikahan yang "sempurna." Instagram penuh dengan foto pre-wedding di Kota Tua, resepsi mewah di hotel bintang lima, atau liburan romantis ke Bali. Budaya konsumeris kita berbisik: "Pernikahan adalah tentang menemukan seseorang yang membuat kamu bahagia."
Tapi inilah masalahnya: ketika kebahagiaan menjadi tujuan utama pernikahan, kita akan kecewa. Mengapa? Karena kebahagiaan adalah emosi yang berubah-ubah. Suami yang membuat Anda tertawa hari ini bisa membuat Anda frustrasi besok. Istri yang mempesona di hari pernikahan akan menghadapi hari-hari sulit ketika stres pekerjaan melanda.
Di gereja Jakarta Barat seperti GKBJ Taman Kencana, kita sering mendengar cerita pasangan yang menikah dengan ekspektasi tinggi tentang kebahagiaan, namun mengalami kekecewaan ketika realitas tidak sesuai harapan.
Panggilan yang Lebih Tinggi: Kekudusan
Paulus memberikan perspektif yang revolusioner dalam Efesus 5:25-32. Dia tidak berbicara tentang pernikahan sebagai jalan menuju kebahagiaan, melainkan sebagai gambaran hubungan Kristus dengan gereja-Nya. "Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya bagi jemaat."
Kata "menyerahkan diri" di sini bukan tentang perasaan bahagia, melainkan tentang pengorbanan yang menguduskan. Kristus tidak menikahi gereja karena gereja membuatnya bahagia - gereja penuh dengan orang berdosa seperti kita. Kristus mengasihi gereja untuk menguduskannya.
Kekudusan dalam Keseharian Jakarta
Apa artinya kekudusan dalam pernikahan bagi pasangan yang tinggal di Jakarta Barat? Mari kita lihat contoh konkret:
Dalam Kemacetan: Ketika suami terjebak macet di Cengkareng setelah seharian bekerja dan pulang dengan mood buruk, istri yang memahami panggilan kekudusan tidak akan langsung marah. Dia menyadari bahwa momen ini adalah kesempatan untuk melatih kesabaran dan kasih yang tidak bersyarat.
Dalam Tekanan Finansial: Di tengah mahalnya biaya hidup Jakarta, pasangan Kristen tidak melihat masalah uang sebagai ancaman kebahagiaan mereka, melainkan sebagai kesempatan untuk bertumbuh dalam kepercayaan kepada Tuhan dan saling mendukung.
Dalam Perbedaan: Ketika istri suka menonton K-drama sedangkan suami lebih suka sepak bola, konflik kecil ini bukan tentang siapa yang benar, melainkan kesempatan untuk belajar kasih yang mengutamakan kepentingan pasangan.
Paradoks Injil: Kekudusan Membawa Sukacita
Inilah keajaiban Injil: ketika kita berhenti mengejar kebahagiaan dan mulai mengejar kekudusan, kita justru menemukan sukacita yang lebih dalam. Mengapa demikian?
Pertama, kebahagiaan bergantung pada keadaan, sukacita berasal dari karakter. Ketika kita fokus pada pertumbuhan rohani bersama pasangan, kita membangun fondasi yang tidak mudah goyah oleh badai kehidupan.
Kedua, kekudusan membebaskan kita dari ekspektasi yang tidak realistis. Kita tidak lagi berharap pasangan menjadi sumber kebahagiaan utama kita. Kristus sudah menjadi sumber sukacita kita. Pernikahan menjadi bonus, bukan beban.
Ketiga, dalam kekudusan, kita belajar kasih yang sesungguhnya. Kasih yang tidak bergantung pada perasaan, melainkan pada komitmen untuk kebaikan pasangan, bahkan ketika kita tidak "merasakan" cinta.
Praktik Kekudusan dalam Pernikahan
Bagaimana kita menjalani pernikahan yang berpusat pada kekudusan? Beberapa langkah praktis:
1. Doa Bersama Sebagai Fondasi
Bukan sekadar rutinitas religius, tetapi kesempatan untuk menyerahkan pernikahan kepada Tuhan. Di tengah kesibukan Jakarta, luangkan waktu untuk berdoa bersama, bahkan jika hanya 5 menit sebelum tidur.
2. Saling Memaafkan dengan Cepat
Jakarta adalah kota yang penuh stres. Kita mudah membawa masalah kantor ke rumah. Belajarlah meminta maaf dan memaafkan dengan cepat, bukan karena pasangan layak dimaafkan, tetapi karena Kristus sudah memaafkan kita.
3. Melayani Bersama
Ikutilah Ministries di gereja untuk melayani bersama. Ketika pasangan melayani orang lain bersama-sama, mereka tumbuh dalam kekudusan dan menemukan tujuan yang lebih besar dari sekadar kebahagiaan pribadi.
Menghadapi Kegagalan dengan Kasih Karunia
Tentu saja, tidak ada pasangan yang sempurna. Kita akan gagal dalam panggilan kekudusan ini. Tetapi inilah kabar baik Injil: kasih karunia Kristus menutupi kegagalan kita. Ketika kita gagal menjadi suami atau istri yang kudus, kita tidak perlu putus asa atau menyerah pada pernikahan.
Kita bisa kembali kepada salib, mengingat bahwa Kristus adalah Mempelai Laki-laki yang sempurna yang tidak pernah gagal mengasihi gereja-Nya. Dalam kasih karunia-Nya, kita menemukan kekuatan untuk mencoba lagi, untuk tumbuh, dan untuk mengasihi dengan lebih baik.
Undangan untuk Komunitas yang Lebih Dalam
Pernikahan yang berpusat pada kekudusan bukan perjalanan yang bisa ditempuh sendirian. Kita membutuhkan komunitas yang mendukung dan menguatkan. Di GKBJ Taman Kencana, kami percaya bahwa setiap pasangan membutuhkan persekutuan yang nyata dengan sesama percaya.
Jika Anda adalah pasangan muda yang baru menikah atau bahkan yang sedang mempertimbangkan pernikahan, kami mengundang Anda untuk bergabung dengan komunitas kami. Bersama-sama, kita bisa belajar bagaimana pernikahan yang berpusat pada Kristus membawa transformasi yang indah - bukan hanya untuk diri kita sendiri, tetapi juga bagi dunia di sekitar kita.
Karena pada akhirnya, pernikahan Kristen bukan hanya tentang dua orang yang saling mengasihi. Ini adalah kesaksian hidup tentang kasih Kristus yang rela menyerahkan diri bagi umat-Nya. Dan dalam kesaksian itulah, kita menemukan sukacita yang jauh melampaui sekadar kebahagiaan duniawi.
Bergabunglah dengan kami dalam Events gereja untuk terus bertumbuh bersama dalam perjalanan pertumbuhan rohani ini. Karena pernikahan yang kudus adalah hadiah Tuhan, bukan hanya bagi pasangan itu sendiri, tetapi bagi seluruh komunitas iman.
GKBJ Taman Kencana
This article was written to inspire and equip you in your faith journey.
Read More Articles