Panggilan Hidup: Ketika Tidak Tahu Mau Jadi Apa - Menemukan Arah di Era Modern Jakarta

Kebingungan yang Universal di Jakarta Modern
Jakarta tidak pernah tidur, dan demikian pula kecemasan anak mudanya. Di kota metropolitan ini, di mana setiap sudut jalan dipenuhi billboard kesuksesan dan media sosial membombardir kita dengan kisah-kisah pencapaian orang lain, pertanyaan "Mau jadi apa?" terasa semakin mendesak dan menekan.
Sebagai seorang anak muda di Jakarta, mungkin Anda familiar dengan perasaan ini: tekanan dari keluarga untuk memilih jurusan yang "menjanjikan", teman-teman yang sudah punya rencana karir yang jelas, sementara Anda masih berkutat dengan pertanyaan dasar tentang identitas dan tujuan hidup. Di era di mana startup unicorn lahir dalam semalam dan influencer muda meraih jutaan rupiah dari konten, tekanan untuk "berhasil" terasa semakin nyata.
Ketika Ketidakpastian Menjadi Berkat Terselubung
Namun, ada sesuatu yang kontra-intuitif dalam kebenaran Injil: ketidakpastian tentang masa depan seringkali menjadi tempat di mana Allah bekerja dengan cara yang paling indah. Ketika kita merasa paling lemah dan bingung, justru di situlah kekuatan Allah dinyatakan dengan sempurna (2 Korintus 12:9).
Pikirkan tentang Abraham yang dipanggil Allah untuk pergi "ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu" tanpa tahu tujuan pastinya (Kejadian 12:1). Atau Musa yang merasa tidak mampu berbicara dengan baik tetapi dipanggil untuk memimpin bangsa Israel (Keluaran 4:10-12). Bahkan Paulus, yang awalnya yakin dengan jalan hidupnya sebagai ahli Taurat, harus mengalami kebingungan total di jalan Damsyik sebelum menemukan panggilan sejatinya.
Panggilan Bukan Tentang Profesi Semata
Di tengah obsesi kota Jakarta terhadap titel pekerjaan dan gaji bulanan, mudah sekali kita terjebak dalam pemikiran bahwa panggilan hidup sama dengan pilihan karir. Namun Injil memberi perspektif yang jauh lebih luas dan membebaskan.
Panggilan hidup, dalam pengertian Kristen, pertama-tama adalah tentang menjadi anak Allah. Sebelum Anda menjadi dokter, insinyur, guru, atau entrepreneur, Anda adalah pribadi yang dikasihi dan diterima Allah tanpa syarat. Identitas Anda tidak ditentukan oleh apa yang Anda lakukan, tetapi oleh siapa yang telah menebus Anda.
Menemukan Panggilan dalam Komunitas
Salah satu masalah terbesar anak muda Jakarta modern adalah individualism yang berlebihan. Kita hidup di apartemen-apartemen mewah namun terisolasi, berinteraksi dengan ribuan orang di media sosial namun merasa kesepian. Dalam konteks ini, mencari panggilan hidup sendirian menjadi beban yang terlalu berat.
Allah merancang kita untuk hidup dalam komunitas. Dalam tubuh Kristus, setiap anggota memiliki karunia dan panggilan yang unik, tetapi semuanya bekerja bersama untuk kemuliaan Allah (1 Korintus 12:12-27). Kadang-kadang, orang lain bisa melihat potensi dan panggilan dalam diri kita yang tidak kita sadari sendiri.
Ministries di gereja seperti GKBJ Taman Kencana bukan sekadar aktivitas tambahan, tetapi tempat di mana kita bisa menemukan dan mengasah panggilan hidup kita. Mungkin Anda menemukan passion untuk mengajar anak-anak melalui pelayanan sekolah minggu, atau menyadari hati untuk keadilan sosial melalui program pelayanan masyarakat.
Hidup dalam Ketegangan yang Sehat
Jakarta adalah kota yang penuh dengan ketegangan: antara tradisi dan modernitas, kemiskinan dan kemewahan, kesibukan dan spiritualitas. Demikian pula dengan panggilan hidup - kita dipanggil untuk hidup dalam ketegangan yang sehat antara perencanaan yang bijaksana dan kepercayaan kepada Allah.
Ini bukan berarti kita tidak perlu berusaha atau berencana. Sebaliknya, kita dipanggil untuk menggunakan talenta dan kesempatan yang Allah berikan dengan maksimal, sambil tetap bergantung pada hikmat dan penyertaan-Nya. Seperti yang Paulus katakan, "Aku berjerih payah lebih keras dari pada mereka semua, tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku" (1 Korintus 15:10).
Panggilan untuk Mengasihi Jakarta
Sebagai anak muda Kristen di Jakarta, Anda memiliki panggilan yang unik: menjadi terang dan garam di salah satu kota terbesar dan paling berpengaruh di dunia. Jakarta membutuhkan dokter yang compassionate, pengusaha yang berintegritas, guru yang menginspirasi, seniman yang mengangkat kebenaran, dan pemimpin yang melayani dengan rendah hati.
Panggilan Anda mungkin belum jelas sekarang, tetapi satu hal yang pasti: Allah telah menempatkan Anda di kota ini untuk suatu tujuan. Dalam setiap interaksi di MRT, setiap proyek di kampus atau kantor, setiap percakapan dengan teman, Anda memiliki kesempatan untuk mencerminkan karakter Kristus dan membawa transformasi bagi kota ini.
Ketika Kebingungan Menjadi Kesempatan
Di akhir tulisan ini, saya ingin mengundang Anda untuk mengubah perspektif tentang kebingungan. Daripada melihatnya sebagai masalah yang harus diselesaikan secepatnya, lihatlah sebagai undangan Allah untuk bergantung lebih dalam kepada-Nya. Seperti yang Yesus katakan, "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu" (Matius 11:28).
Jakarta adalah kota yang keras dan kompetitif, tetapi di tempat ibadah Jakarta seperti komunitas Kristen Jakarta di GKBJ Taman Kencana, Anda bisa menemukan ruang untuk bernapas, bertumbuh, dan menemukan arah hidup bersama sesama anak muda yang mengalami pergumulan serupa.
Panggilan hidup Anda mungkin tidak terlihat jelas hari ini, tetapi Allah yang memulai pekerjaan baik dalam hidup Anda pasti akan menyelesaikannya (Filipi 1:6). Sambil menunggu dan bekerja, ingatlah bahwa Anda sudah memiliki panggilan yang paling mulia: menjadi anak Allah yang mengasihi dan dikasihi tanpa syarat. Dari identitas yang aman ini, semua panggilan lainnya akan mengalir dengan natural dan bermakna.
Contact Us jika Anda ingin bergabung dalam komunitas yang sedang berjalan bersama dalam pencarian makna dan panggilan hidup di tengah hiruk pikuk Jakarta modern ini.
GKBJ Taman Kencana
This article was written to inspire and equip you in your faith journey.
Read More Articles