Skip to main content
Back to Articles
DevotionalJanuary 26, 2026

Menemukan Allah di Tengah Kegelapan: Ketika Doa Terasa Tidak Dijawab - Refleksi untuk Jemaat Jakarta

Menemukan Allah di Tengah Kegelapan: Ketika Doa Terasa Tidak Dijawab - Refleksi untuk Jemaat Jakarta

Di tengah hiruk-pikuk Jakarta yang tak pernah tidur, berapa kali kita merasakan kesunyian yang mencekam? Lampu-lampu neon berkelip-kelip, klakson kendaraan bersahut-sahutan, namun hati terasa hampa. Kita berdoa, berharap, menunggu—tetapi langit terasa bisu. Doa-doa kita seolah menguap di udara yang pengap, tidak sampai ke mana-mana.

Ini bukan pengalaman yang asing. Bahkan di tengah persekutuan Kristen Jakarta yang hangat, banyak dari kita menghadapi masa-masa ketika Allah terasa jauh dan doa-doa kita seperti tidak dijawab.

Paradoks Kehadiran dalam Ketidakhadiran

Yang mengejutkan dari iman Kristen adalah ini: justru ketika Allah terasa paling jauh, Ia sebenarnya paling dekat. Ini bukan penghiburan kosong, melainkan kebenaran yang mengubah segalanya.

Lihatlah Yesus di kayu salib. Ia berteriak, "Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?" (Matius 27:46). Jika ada momen dalam sejarah ketika Allah "tidak menjawab doa," ini adalah momennya. Namun justru di situlah karya penyelamatan terbesar terjadi. Dalam kegelapan yang tampak seperti kekalahan, Allah sedang menyelamatkan dunia.

Inilah paradoks injil yang menghibur: ketika kita merasa Allah tidak mendengar, Ia sebenarnya sedang bekerja dengan cara yang tidak bisa kita pahami. Kesunyian-Nya bukan tanda ketidakacuhan, melainkan undangan untuk mengenal-Nya lebih dalam.

Ketika Jakarta Menjadi Gurun Rohani

Hidup di kota besar seperti Jakarta bisa membuat kita merasa seperti Elia di gunung Horeb—sendirian, lelah, dan bertanya-tanya di mana Allah (1 Raja-raja 19). Tekanan pekerjaan yang tak berkesudahan, kemacetan yang menguras jiwa, persaingan yang kejam—semuanya bisa membuat kita merasa seperti berteriak ke dalam kekosongan.

Tapi ingat bagaimana Allah berbicara kepada Elia? Bukan dalam angin ribut, bukan dalam gempa bumi, bukan dalam api, melainkan dalam "bunyi angin sepoi-sepoi basa" (1 Raja-raja 19:12). Allah sering berbicara dalam bisikan, bukan teriakan. Mungkin kita tidak mendengar-Nya karena kita mencari jawaban dalam bentuk yang salah.

Doa yang "Tidak Dijawab" vs. Jawaban yang Tak Terduga

Seringkali yang kita maksud dengan "doa tidak dijawab" sebenarnya adalah "doa tidak dijawab sesuai keinginan kita." Ini seperti seorang anak yang meminta permen untuk makan malam, lalu mengatakan ibunya tidak peduli ketika diberi nasi dan sayur.

Paulus berdoa tiga kali agar "duri dalam daging"-nya diangkat, namun Allah menjawab dengan cara yang tak terduga: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna" (2 Korintus 12:9). Jawaban Allah lebih baik dari yang diminta Paulus—bukan penghilangan penderitaan, tetapi transformasi makna penderitaan.

Menemukan Allah dalam Kegelapan Konkret

1. Allah Hadir dalam Pergulatan Kita

Ketika Anda terjebak macet di Jalan Tol Dalam Kota selama berjam-jam setelah hari yang melelahkan, dan hati Anda berteriak meminta ketenangan—Allah ada di situ. Bukan untuk menghilangkan macet (meskipun Ia bisa), tetapi untuk mengubah hati Anda di tengah macet itu.

2. Allah Bekerja Melalui Komunitas

Mungkin jawaban doa Anda datang melalui teman di persekutuan yang tiba-tiba menelepon ketika Anda sedang terpuruk. Atau melalui pesan yang tepat dari khotbah minggu lalu yang tiba-tiba bermakna hari ini. Allah tidak selalu menjawab secara dramatis—Ia lebih sering menjawab melalui orang-orang yang Ia tempatkan di sekitar kita.

3. Allah Membentuk Karakter dalam Penantian

Penantian itu sendiri adalah jawaban doa. Tidak dalam bentuk yang kita inginkan, tetapi dalam bentuk yang kita butuhkan. Dalam penantian, kesabaran terbentuk. Dalam kegelapan, iman dimurnikan. Dalam kesunyian, kita belajar mendengar suara-Nya dengan cara baru.

Iman yang Matang: Mengasihi Allah Tanpa Syarat

Iman yang dewasa tidak berkata, "Aku percaya karena Allah menjawab doaku." Melainkan, "Aku percaya meskipun Allah tidak menjawab doaku sesuai keinginanku." Ini bukan penyangkalan atau kepasrahan, melainkan kepercayaan yang dalam bahwa Allah tahu yang terbaik.

Ingat cerita Sadrakh, Mesakh, dan Abednego: "Jika Allah kami sanggup melepaskan kami... Ia akan melepaskan kami... Tetapi seandainya tidak, ketahuilah... kami tidak akan... menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu" (Daniel 3:17-18). Mereka mengasihi Allah dengan atau tanpa keajaiban.

Harapan di Balik Kegelapan

Kegelapan dalam hidup Kristen tidak pernah permanen. Seperti malam yang pasti berganti siang, masa-masa sulit pasti berlalu. Tetapi yang lebih penting lagi: dalam kegelapan itu, kita menemukan bahwa Allah tidak pernah meninggalkan kita.

Mazmur 23:4 berkata, "Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku." Bukan "sebelum" atau "sesudah" lembah kekelaman, melainkan "dalam" lembah kekelaman. Allah berjanji untuk bersama kita di tempat yang paling gelap sekalipun.

Undangan untuk Bertumbuh

Jika Anda sedang berada dalam masa ketika doa terasa tidak dijawab, izinkan saya mengundang Anda untuk melihatnya sebagai undangan Allah untuk spiritual growth yang lebih dalam. Mungkin Allah tidak sedang mengabaikan Anda, tetapi sedang mengundang Anda untuk mengenal-Nya dengan cara yang belum pernah Anda alami sebelumnya.

Di gereja Cengkareng kami, GKBJ Taman Kencana, banyak jemaat yang mengalami pembaruan iman justru melalui masa-masa gelap seperti ini. Dalam komunitas yang saling mendukung, kita belajar bahwa kegelapan bisa menjadi tempat di mana cahaya Allah bersinar paling terang.

Jangan menyerah berdoa. Jangan berhenti percaya. Allah sedang bekerja, bahkan ketika Anda tidak bisa melihat-Nya. Dan suatu hari nanti, Anda akan melihat bahwa tidak ada satu pun doa yang sia-sia—semuanya bagian dari rencana kasih-Nya yang sempurna untuk hidup Anda.

Share Article

GKBJ Taman Kencana

This article was written to inspire and equip you in your faith journey.

Read More Articles
Service Times
Get Directions
Call Us
WhatsApp

Service Times

Sunday

General Service: 07:00 & 09:30

Youth Service: 17:00

Sunday School: 09:30

Wednesday

Prayer Meeting: 18:00