Banyak dari kita ingin mengajak teman ke gereja, tetapi ragu. Takut dikira memaksa, takut salah bicara, atau takut hubungan jadi renggang kalau ditolak. Perasaan seperti itu wajar. Kabar baiknya, Alkitab memberi kita contoh undangan yang sederhana dan tidak menekan.

Apa yang terjadi antara Filipus dan Natanael

Dalam Yohanes 1:43–46, Yesus memanggil Filipus untuk mengikut Dia. Filipus kemudian menemui temannya, Natanael, dan menceritakan bahwa ia telah bertemu dengan Pribadi yang selama ini dinantikan dalam tulisan Musa dan para nabi, yaitu Yesus dari Nazaret.

Tanggapan Natanael tidak antusias. Ia bertanya apakah mungkin sesuatu yang baik datang dari Nazaret. Itu keraguan yang jujur, bahkan agak ketus.

Filipus tidak tersinggung dan tidak berdebat panjang. Ia juga tidak mendesak Natanael supaya langsung percaya. Ia hanya berkata, “Mari dan lihatlah.”

Ajakan itu sederhana. Filipus tidak harus punya jawaban untuk semua pertanyaan Natanael. Ia mengajak temannya bertemu langsung dengan Yesus.

Undangan yang tulus itu seperti apa

Dari kisah ini, ada beberapa hal yang bisa kita pelajari.

Mulai dari hubungan, bukan dari target. Filipus mendatangi temannya sendiri. Undangan terasa wajar ketika datang dari seseorang yang memang peduli pada Anda, bukan dari orang yang sedang mengejar jumlah kehadiran.

Katakan dengan jujur dan singkat. Anda tidak perlu menyiapkan pidato. Misalnya, “Hari Minggu aku ibadah di gereja. Kalau kamu penasaran, kamu boleh ikut.” Kalimat sederhana seperti ini sudah cukup.

Sambut keraguan dengan tenang. Teman Anda mungkin bertanya, “Memangnya buat apa?” atau punya pengalaman buruk dengan gereja. Dengarkan dulu. Keraguan tidak perlu dilawan, dan tidak semua pertanyaan harus dijawab saat itu juga. Mengaku “aku belum tahu jawabannya” juga jujur dan tidak apa-apa.

Jangan menjanjikan hasil. Kita tidak boleh berkata, “Kalau kamu ikut, masalahmu beres” atau “hidupmu pasti jadi lebih baik.” Itu janji yang tidak bisa kita berikan. Filipus hanya menunjuk kepada Yesus. Mengajak orang datang berbeda dengan menawarkan jaminan.

Hormati jawabannya. Kalau teman Anda berkata “belum dulu”, terimalah dengan baik. Persahabatan Anda tidak bergantung pada jawabannya, dan Anda tetap bisa menjadi teman yang hangat. Mengundang tidak sama dengan mendesak. Yang bekerja dalam hati seseorang adalah Tuhan, bukan kegigihan kita.

Beberapa cara praktis

Kalau Anda bingung harus memulai dari mana, beberapa hal ini bisa membantu:

  • Pilih waktu yang santai. Ngobrol sambil minum kopi biasanya lebih nyaman daripada di tengah kesibukan.
  • Tawarkan untuk menemani. Banyak orang canggung datang sendirian ke tempat baru. Tawaran “nanti aku temani” bisa meringankan.
  • Beri informasi yang jelas. Arahkan teman Anda ke halaman Ibadah Minggu supaya ia bisa melihat jadwal terbaru dengan tenang, tanpa harus bergantung pada ingatan Anda.
  • Biarkan ia bertanya sendiri. Kalau ia ingin tahu soal hal praktis sebelum datang, Anda bisa menyarankannya menghubungi tim kami lewat halaman Kontak atau WhatsApp gereja di 0811 9913 366.
  • Tetap jadi teman sesudahnya. Entah ia datang sekali, beberapa kali, atau tidak sama sekali, sikap Anda kepadanya tetap sama.

Untuk teman yang baru pertama kali datang

Bagi yang belum pernah ke GKBJ Taman Kencana, kami menyiapkan halaman Baru di Sini. Halaman itu menjelaskan hal-hal yang biasanya membuat orang ragu sebelum datang pertama kali. Anda bisa membagikannya kepada teman yang ingin tahu lebih dulu sebelum memutuskan.

Bagi kami, iman adalah perjalanan. Teman Anda yang masih ragu, punya banyak pertanyaan, atau sekadar penasaran sangat kami sambut. Kami senang berbincang tanpa tergesa-gesa.

Sebuah undangan, bukan beban

Mengajak teman beribadah tidak harus terasa seperti tugas berat. Seperti Filipus, kita hanya diminta menunjuk kepada Yesus, lalu memberi teman kita ruang untuk datang dan melihat sendiri. Selebihnya kita serahkan kepada Tuhan.

Jadi, kalau hari ini ada satu nama yang terlintas di benak Anda, mungkin itu saatnya mengajaknya ngobrol dengan ringan. Apa pun jawabannya, Anda sudah melakukan bagian Anda dengan tulus.

Bacaan Alkitab: Yohanes 1:43–46.