Skip to main content
GKBJ Taman Kencana

Welcome

You Don't Have to Walk Alone

Find Community. Find Purpose. Find Home.

Whatever you're going through, there's a place for you here. Join a community that cares, supports, and grows together.

Sunday Gatherings

Join Us

Find a time that works for you

Sunday

Main Service

07:30 | 09:30 | 11:30

Taman Kencana, Cengkareng

Sunday

Teens & Young Adults

Heart of Teen

07:30

2nd-5th Sunday

Taman Kencana, Cengkareng

Sunday

Kids

09:30

Taman Kencana, Cengkareng

Pastor Tyas Affandi preaching

Welcome to Our Family

Shalom,

We are truly grateful and joyful for your presence. We believe every encounter is not a coincidence, but part of a beautiful plan that God has prepared for all of us.

Amidst the hustle and bustle of city life, we all long for a place to come home to. A home where we are accepted as we are, listened to, and nurtured in love.

We pray that GKBJ Taman Kencana can be that home for you. A place where you can know Christ personally, and experience His real love through a warm and genuine community.

"Come to me, all who labor and are heavy laden, and I will give you rest."

— Matthew 11:28

Warmly,

Pdt. Tyas Affandi

Senior Pastor, GKBJ Taman Kencana

39+

Years Serving

GKBJ Taman Kencana congregation gathered after Logos class

Serving West Jakarta since 1987

Our Story

GKBJ Taman Kencana was established in 1987 as a branch of GKBJ (the parent church, founded in 1952). Since then, we've been a home for thousands seeking meaning, community, and growth — with one unchanging commitment: welcoming everyone with open arms.

Authentic Community

Not just a crowd, but a family that knows and supports each other

Real Growth

A safe space to ask questions, learn, and transform

Meaningful Purpose

Discovering your calling and making a positive impact

True Hope

Finding peace and strength amidst life's challenges

Get to Know Us

39+

Years Serving

1000+

Members

7

Ministry Pillars

50+

Small Groups

Stories

Stories of Transformation

Here are some stories of how Christ personally transforms lives through His church

Being part of GKBJ Taman Kencana has been one of the most meaningful faith experiences for me. As someone far from family and hometown, I found that this church is not just a place of worship, but a spiritual tree full of love and acceptance to take root, grow and bear fruit in knowing Christ Jesus.
CS

Christo Sakalessy

Jemaat GKBJ

After years of claiming to believe in Jesus, significant spiritual growth and involvement in ministry came after I decided to join GKBJ. The discipleship classes equipped me for a better and truer understanding of my faith. GKBJ Taman Kencana is a spiritual home, a place to learn and grow together.
A

Adesriarti

Jemaat GKBJ

I am very grateful and always joyful even though sorrow sometimes comes as I live life as a sojourner. When I first found GKBJ Taman Kencana, I felt this was my second home, where there is warmth in fellowship, social care, and prayer support that continues until today as we have become a Christian family growing ever more faithful in following Christ.
OF

Oi Fun (Deborah)

Jemaat GKBJ

Instagram

Follow Us on Instagram

@gkbj.tamankencana profile photo @gkbj.tamankencana 17K followers

See beautiful moments from our community life and stay connected with the latest church activities.

Shalom Jemaat terkasih,

Ketika mengikut Kristus membawa risiko, apakah kita tetap setia?

Melalui Kisah Para Rasul 4:23

Shalom Jemaat terkasih, Ketika mengikut Kristus membawa risiko, apakah kita tetap setia? Melalui Kisah Para Rasul 4:23–31, kita melihat bagaimana gereja mula-mula menghadapi ancaman bukan dengan ketakutan, melainkan dengan doa dan keberanian yang berasal dari Roh Kudus. Mereka tidak meminta jalan yang lebih mudah, tetapi hati yang tetap teguh untuk bersaksi tentang Kristus. Mari beribadah bersama dan belajar bagaimana Injil memampukan kita untuk tetap setia ketika iman memiliki harga yang harus dibayar. 📖 When Faith Costs You (Ketika Imanmu Ada Harganya) Kisah Para Rasul 4:23–31 🎙️ Pdt. Tyas Affandi 🕢 07.30, 09.30 WIB (Ibadah KU-3 pukul 11.30 WIB ditiadakan) 📍 GKBJ Taman Kencana Datanglah dan bersama-sama dikuatkan untuk hidup berani bagi Kristus, karena Dia tetap memegang kendali atas segala sesuatu. Sampai jumpa besok! #GKBJTamanKencana #SundayService

May 30
Iman Kristen adalah tentang bersandar pada kebenaran firman, bukan pada perasaan. Perasaan manusia terlalu rapuh untuk d

Iman Kristen adalah tentang bersandar pada kebenaran firman, bukan pada perasaan. Perasaan manusia terlalu rapuh untuk dijadikan fondasi. Janji penyertaan-Nya tetap berlaku penuh atas hidup kita, bahkan di saat hati kita tidak merasakan getaran emosi apa pun. Tuhan menciptakan kita dengan keunikan masing-masing; ada yang merespons lewat emosi, ada pula yang lewat pemikiran yang tenang dan tindakan yang nyata. Keduanya sama berharganya di mata Tuhan. Mari berhenti mengukur kedekatan kita dengan Tuhan berdasarkan seberapa emosional pengalaman ibadah kita. Ketaatan yang terus berjalan meskipun tanpa diiringi perasaan yang meledak-ledak adalah bentuk iman yang sejati. Apakah ada dari kita yang pernah diam-diam bergumul dengan perasaan seperti ini? Mari kita saling menguatkan dan berbagi pengalaman di kolom komentar! #GKBJTamanKencana #HadiratTuhan #ImanKristen #RenunganKristen #PertumbuhanRohani

May 30
Dunia bisa saja memperdebatkan kekristenan dengan seribu satu teori. Tetapi ada satu hal yang akan selalu membuat mereka

Dunia bisa saja memperdebatkan kekristenan dengan seribu satu teori. Tetapi ada satu hal yang akan selalu membuat mereka kehabisan argumen: kuasa Allah yang bekerja dan menghasilkan transformasi hidup yang nyata. Injil itu hidup. Kita tidak bisa menolak kebenarannya karena kita sendiri telah mengalami jamahan-Nya. Kehadiran Tuhan tidak bisa disangkal. Namun, melihat kebenaran saja tidaklah cukup. Untuk bisa benar-benar tunduk dan mencintai kebenaran itu, kita sepenuhnya membutuhkan pencurahan Roh-Nya di dalam hati kita. Saat kita dipenuhi oleh Roh Kudus, Dia tidak sekadar memberi kita keberanian untuk berdiri teguh dan bersaksi di tengah dunia. Lebih dari itu, kuasa-Nya terus mengobarkan api di dalam diri kita untuk diubahkan semakin serupa dengan Kristus. Jika itu benar-benar karya Roh-Nya yang bekerja, maka kerinduan dan cinta kita kepada Kristus akan selalu menyala-nyala. Mari izinkan kuasa-Nya memenuhi dan memimpin hidup kita hari ini. Simak video khotbah selengkapnya di channel Youtube GKBJ Taman Kencana. Tuhan Yesus Memberkati. #KaryaRohKudus #KuasaAllah #DipenuhiRohKudus #BeraniBersaksi #GKBJTamanKencana

May 28
Pernahkah merasa bingung saat membaca bahwa Tuhan adalah "Allah yang cemburu"?

Bagi kita, kata "cemburu" sering kali te

Pernahkah merasa bingung saat membaca bahwa Tuhan adalah "Allah yang cemburu"? Bagi kita, kata "cemburu" sering kali terdengar negatif. Kita membayangkan sifat posesif, rasa tidak aman, atau amarah yang egois. Ditambah lagi, sering kali muncul pertanyaan di benak kita: "Kalau Tuhan Maha Kuasa, bukankah Ia bisa dengan mudah membalikkan hati kita supaya tidak pernah memberontak?" Namun, mari kita melihat dari kacamata kasih yang sejati. Tuhan menciptakan kita bukan sebagai robot yang diprogram untuk otomatis taat. Ia menciptakan kita untuk sebuah hubungan yang dilandasi oleh kebebasan. Kasih tidak akan pernah bernilai dan nyata jika hal itu didapatkan dari sebuah paksaan. Kecemburuan Tuhan adalah bukti bahwa Ia sangat mengasihi kita. Ia tidak rela melihat kita menaruh harapan pada hal-hal duniawi yang pada akhirnya hanya akan menyakiti kita. Ia tahu bahwa hanya di dalam Dia, jiwa kita bisa menemukan tempat peristirahatan yang utuh. Mari geser gambar di atas untuk memahami lebih dalam mengenai kasih Tuhan yang cemburu. Bagaimana pandangan kita tentang kasih Tuhan hari ini? Apakah ada hal-hal tertentu yang diam-diam sedang merebut tempat utama-Nya di hati kita? Mari saling mengingatkan dan berbagi pandangan di kolom komentar. Jangan lupa bagikan postingan ini untuk memberkati rekan-rekan seiman lainnya! #SifatTuhan #AllahYangCemburu #KasihTuhan #RenunganKristen #GKBJTamanKencana

May 25
Jujur Kok Malah Hancur?

Pernah merasa lelah menjadi orang yang benar di lingkungan kerja, pertemanan, atau situasi yang

Jujur Kok Malah Hancur? Pernah merasa lelah menjadi orang yang benar di lingkungan kerja, pertemanan, atau situasi yang toxic? Kisah Yusuf di kitab Kejadian sering kali terasa sangat relatable dengan apa yang kita alami hari ini. Tapi bagaimana jika kita mengubah cara pandang kita? Bagaimana jika masa-masa sulit itu bukanlah sebuah kekalahan, melainkan sebuah persiapan? Pelajaran utamanya.. Lingkungan boleh saja toxic, tetapi hati dan karakter kita tidak boleh ikut teracuni. Kisah Yusuf adalah sebuah pengingat yang kuat untuk kita berefleksi... Saat kejujuran dan kerja keras kita justru dibalas dengan fitnah, pengkhianatan, atau ketidakadilan, apa respon pertama kita? Apakah kita membalas dengan kompromi, menyerah pada keadaan, atau kita tetap memilih untuk percaya bahwa Tuhan melihat segalanya? Tuhan tidak pernah menutup mata terhadap integritas yang kita jaga dalam diam. Ia sedang menenun sebuah rencana yang jauh lebih besar dari sekadar kenyamanan kita hari ini. Semoga renungan ini memberkati kita semua. Apa pikiran kita tentang hal ini? Mari diskusi. 👇🏻 #DeepDiveBible #Integritas #GKBJTamanKencana #Alkitab #KisahYusuf

May 24
Pernah merasa lelah berdoa karena merasa semuanya sudah diatur?

Rasanya wajar jika pemikiran seperti ini sesekali mampi

Pernah merasa lelah berdoa karena merasa semuanya sudah diatur? Rasanya wajar jika pemikiran seperti ini sesekali mampir di benak kita. Saat kita sedang dihadapkan pada masalah yang tak kunjung usai, mudah sekali untuk merasa bahwa doa-doa kita hanyalah angin lalu. Kita tahu Tuhan itu Mahatahu, jadi untuk apa kita terus mengulang permohonan yang sama? Namun, mari kita ingat kembali esensi dari doa itu sendiri. Doa bukanlah sebuah mesin penjual otomatis, di mana kita memasukkan koin permintaan dan langsung mendapatkan barang yang kita mau. Doa adalah pelukan hangat antara Bapa di surga dengan anak-anak-Nya di bumi. Tuhan memang sudah tahu akhir ceritanya, tetapi Ia tetap rindu mendengar suara kita di dalam prosesnya. Ia rindu kita datang kepada-Nya bukan hanya saat butuh jalan keluar, tetapi karena kita menyadari bahwa kita tidak bisa berjalan sendirian di dunia ini. Mari geser gambar di atas untuk merenungkan kembali mengapa kita tetap harus berdoa kepada Tuhan yang Mahatahu. Apakah ada tantangan tertentu yang sedang membuat kehidupan doa kita terasa kering belakangan ini? Mari saling menguatkan dan berdiskusi di kolom komentar. Jangan lupa bagikan postingan ini agar lebih banyak saudara seiman yang diberkati! #KehidupanDoa #RenunganKristen #GKBJTamanKencana #BertumbuhBersama #ImanKristen

May 22

Reflections

Articles & Reflections

Inspiration for your life journey

Next Step

Ready for Your Next Step?

Whatever you're looking for - a warm community, answers to life's questions, or just a place to breathe - there's a place for you here.