Ibadah selesai. Lagu terakhir sudah dinyanyikan, dan orang-orang mulai berdiri sambil berbincang. Di saat seperti ini, banyak orang tiba-tiba merasa canggung. Entah Anda baru pertama kali datang atau sudah bertahun-tahun bergereja, perasaan itu sangat umum. Anda tidak sendirian.

Kabar baiknya, percakapan setelah ibadah tidak perlu pandai atau panjang. Cukup tulus.

Mulai dari gambaran yang sederhana

Dalam Roma 12:10–13, Paulus menulis kepada jemaat di Roma tentang hidup sebagai keluarga. Mereka diminta saling mengasihi seperti saudara, saling mendahului memberi hormat, bersemangat melayani Tuhan, tekun berdoa, membantu sesama yang berkekurangan, dan membuka diri untuk memberi tumpangan.

Perhatikan bahwa semua itu bahasa kehidupan sehari-hari, bukan bahasa acara. Persaudaraan dalam gereja tumbuh dari hal-hal kecil, termasuk dari satu sapaan di depan ruang ibadah. Anda tidak perlu menunggu momen khusus. Menyapa orang di sebelah Anda sudah merupakan bentuk "saling mendahului memberi hormat".

Pertanyaan ringan yang mudah dijawab

Pertanyaan yang baik biasanya pendek dan tidak membuat orang merasa diinterogasi. Beberapa yang bisa Anda coba:

  • "Selamat pagi, saya [nama]. Bapak/Ibu biasanya ikut ibadah jam berapa?"
  • "Tinggalnya di daerah mana? Jauh dari sini?"
  • "Sudah lama bergereja di sini?"
  • "Tadi ada bagian dari bacaan Alkitab yang paling Anda ingat?"

Pertanyaan terakhir cocok karena membuka percakapan tentang hal yang baru saja kita alami bersama. Tidak ada jawaban yang salah. Kalau lawan bicara Anda mengaku belum sempat menangkap banyak, Anda bisa menjawab jujur bahwa Anda juga masih mencernanya.

Perkenalkan diri dulu, lalu dengarkan

Biasanya kita canggung karena merasa harus tampil menarik. Padahal sering kali yang dibutuhkan orang lain hanyalah merasa didengarkan. Sebutkan nama Anda, tanyakan nama mereka, lalu simak jawabannya. Kalau mereka bercerita tentang pekerjaan, keluarga, atau perjalanan ke gereja, tanggapi dengan rasa ingin tahu yang wajar.

Contoh sederhana:

"Oh, rumahnya di Cengkareng juga? Naik apa tadi ke sini?"

Dari satu pertanyaan seperti itu, percakapan bisa berjalan sendiri. Kalau Anda lupa nama seseorang yang baru dikenalkan, minta maaf dan tanya lagi dengan ramah. Itu jauh lebih baik daripada diam-diam khawatir.

Bagi Anda yang sudah lama bergereja

Bagian ini juga untuk jemaat yang sudah merasa nyaman. Mudah sekali kita hanya berbincang dengan orang yang sudah akrab, lalu tidak sadar ada orang baru yang berdiri sendirian di dekat pintu.

Roma 12:13 mengajak kita membuka diri dan memberi tumpangan. Di zaman itu artinya menerima orang ke dalam rumah. Di zaman ini, bentuk paling dekatnya mungkin menggeser tempat duduk, menyapa lebih dulu, atau mengajak seseorang bergabung dalam obrolan yang sedang berlangsung. Hal-hal kecil itu terasa besar bagi orang yang sedang mencari tempat bersandar.

Boleh juga kalau Anda lebih suka pelan-pelan

Tidak semua orang nyaman berbincang panjang, apalagi di tempat yang masih asing. Kalau hari ini Anda hanya sanggup tersenyum dan mengangguk, itu sudah cukup. Anda juga boleh langsung pulang. Minggu depan Anda bisa mencoba satu sapaan saja, dan minggu berikutnya satu pertanyaan.

Persaudaraan tidak dibangun dalam satu pertemuan. Ia tumbuh dari pertemuan demi pertemuan, sama seperti Paulus menggambarkan kasih persaudaraan sebagai sesuatu yang terus dihidupi, bukan satu kali dipertunjukkan.

Menutup percakapan dengan baik

Berbincang berarti juga tahu kapan berhenti. Beberapa cara yang sopan untuk mengakhiri:

  • "Senang sekali bisa kenalan hari ini. Semoga bisa ngobrol lagi Minggu depan."
  • "Saya permisi dulu ya, mau menjemput anak. Terima kasih sudah ngobrol."

Ucapan singkat seperti itu sudah menunjukkan bahwa Anda menghargai waktu dan kehadiran orang tersebut.

Kalau Anda ingin bertanya lebih dulu

Bagi yang ingin berkunjung tetapi masih ragu, halaman Baru di Sini memuat gambaran tentang kunjungan pertama. Jadwal ibadah bisa dilihat di halaman Ibadah Minggu. Kalau Anda lebih tenang bertanya sebelum datang, silakan hubungi kami lewat WhatsApp di 0811 9913 366 atau melalui halaman Kontak.

Kami berharap Anda merasa disambut, dan lebih dari itu, bisa ikut menyambut orang lain.

Bacaan Alkitab: Roma 12:10–13.