Mungkin sudah berbulan-bulan Anda tidak ke gereja. Mungkin sudah bertahun-tahun. Setiap kali terpikir untuk kembali, muncul pertanyaan yang sama: Nanti dianggap apa? Harus bilang apa? Masih pantaskah saya?
Perasaan itu wajar, dan Anda tidak sendirian. Kami menulis artikel ini untuk membantu Anda menimbang langkah pertama dengan tenang, tanpa tekanan dan tanpa rasa bersalah yang berlebihan.
Mengapa orang berhenti beribadah
Alasan orang menjauh dari gereja jauh lebih beragam daripada yang sering dibayangkan. Ada yang kehabisan tenaga karena pekerjaan atau mengurus keluarga. Ada yang pindah kota dan belum menemukan gereja baru. Ada yang sakit, berduka, atau melewati masa yang berat. Ada pula yang kecewa terhadap seseorang atau sesuatu di gereja, atau yang pelan-pelan terbiasa tidak datang sampai terasa canggung untuk kembali.
Tidak semua ketidakhadiran berarti pemberontakan, dan tidak semuanya perlu dijelaskan panjang lebar kepada siapa pun. Di sisi lain, ada juga yang memang sengaja menjauh dari Tuhan. Apa pun alasan Anda, jalan pulangnya sama: melangkah kembali.
Pelajaran dari perumpamaan anak yang hilang
Yesus menceritakan sebuah kisah yang sangat cocok untuk orang yang ragu kembali (Lukas 15:11–24). Seorang anak bungsu meminta bagian warisannya, pergi jauh, lalu menghabiskan semuanya. Ketika kelaparan melanda, ia bekerja memberi makan babi dan begitu lapar sampai ingin makan makanan babi itu. Di titik itulah ia sadar. Ia menyusun kata-kata untuk diucapkan kepada ayahnya, dan ia berjalan pulang.
Bagian yang paling menyentuh ada pada sikap sang bapa. Ketika anak itu masih jauh, bapanya sudah melihatnya. Ia tergerak oleh belas kasihan, berlari menyongsong, memeluk, dan menciumnya. Sebelum anak itu menyelesaikan pengakuannya, sang bapa sudah memerintahkan untuk mengenakan jubah terbaik, cincin, dan sandal, lalu mengadakan pesta. Alasannya: "Anakku ini sudah mati, dan kini hidup kembali; ia hilang, dan kini ditemukan."
Ada beberapa hal yang bisa kita pelajari:
- Sang bapa tidak menunggu dengan tangan terlipat. Ia sudah memperhatikan jalan pulang itu. Yesus memakai gambaran ini untuk menunjukkan hati Allah terhadap orang yang kembali kepada-Nya.
- Anda tidak perlu pulang dalam keadaan rapi. Anak itu datang dengan pakaian kotor, tangan kosong, dan rasa malu. Ia disambut sebagai anak.
- Sambutan itu tidak dibeli dengan prestasi. Ini sejalan dengan yang kami percayai tentang keselamatan: kasih karunia Allah adalah pemberian, bukan hasil usaha kita (Efesus 2:8–9).
Perumpamaan ini bukan berarti Anda pasti sedang "kabur dari Tuhan" seperti si anak bungsu. Intinya lebih sederhana: siapa pun yang kembali kepada Allah akan bertemu dengan hati yang menyambut, bukan hati yang menghakimi.
Langkah kecil untuk memulai lagi
Anda tidak harus langsung kembali aktif seperti dulu. Mulailah dari yang paling kecil.
1. Berdoa dengan jujur, tanpa kalimat yang bagus. Anda bisa mengatakan, "Tuhan, aku sudah lama menjauh. Tolong bantu aku kembali." Itu sudah cukup sebagai awal.
2. Pilih satu hari Minggu, bukan semuanya sekaligus. Memikirkan "harus rutin lagi" sering membuat kita urung melangkah. Cukup tetapkan satu Minggu. Jadwal ibadah terbaru kami selalu diperbarui di halaman Ibadah Minggu, jadi Anda bisa memilih jam yang paling cocok dari sana.
3. Beri kabar lebih dulu bila itu membuat Anda lebih tenang. Kami punya tim yang menangani calon pengunjung. Anda bisa menyapa mereka lewat WhatsApp di 0811 9913 366, atau lihat halaman Baru di Sini untuk gambaran bagi yang pertama kali datang. Bila Anda memerlukan hal khusus, misalnya terkait anak atau akses, sampaikan saja sebelum datang supaya bisa dijawab langsung oleh tim kami.
4. Tidak perlu menyiapkan penjelasan. Anda tidak berutang cerita kepada siapa pun. Bila suatu saat ingin berbagi, silakan. Bila belum, itu tidak apa-apa.
5. Kalau ada luka lama, katakan terus terang. Sebagian orang menjauh karena pernah disakiti di gereja. Kalau itu cerita Anda, kami ingin mendengarnya dengan serius. Anda bisa mengirim pesan lewat halaman Kontak.
Kalau Anda masih ragu
Wajar bila Anda belum yakin. Mungkin yang Anda butuhkan sekarang bukan keputusan besar, melainkan satu langkah kecil dan satu percakapan yang aman. Kami tidak memaksa Anda untuk siap lebih dulu. Seperti sang bapa dalam perumpamaan itu, kami ingin ada di jalan untuk menyambut.
Kalau Anda membaca sampai di sini, mungkin hati Anda sudah mulai bergerak ke arah rumah. Pelan-pelan saja. Kirim satu pesan singkat, pilih satu hari Minggu, dan kami akan senang bertemu dengan Anda.
Bacaan Alkitab: Lukas 15:11–24.