Panggilan Hidup: Ketika Tidak Tahu Mau Jadi Apa - Menemukan Tujuan di Tengah Ketidakpastian

Di tengah hiruk-pikuk Jakarta yang tak pernah tidur, ada sebuah pertanyaan yang menghantui banyak anak muda: "Aku mau jadi apa?" Pertanyaan ini bergema di kos-kosan mahasiswa di sekitar kampus, di meja-meja kafe di mall, bahkan di ruang meeting kantor-kantor pencakar langit di Jakarta Barat.
Jika Anda adalah salah satu dari mereka yang terbangun tengah malam dengan kecemasan tentang masa depan, bernapas sejenak. Anda tidak sendirian, dan yang lebih penting, kebingungan Anda mungkin justru membawa Anda ke tempat yang lebih baik dari yang pernah Anda bayangkan.
Tekanan Generasi "Harus Sukses"
Di Jakarta, tekanan untuk "sukses" terasa begitu nyata. Media sosial membombardir kita dengan cerita tentang CEO berusia 25 tahun, startup unicorn yang lahir dari kamar kos, influencer yang meraup miliaran dari konten TikTok. Sementara kita? Masih bingung apakah passion kita di marketing, desain grafis, atau mungkin jadi chef.
Kultur Jakarta yang serba cepat dan kompetitif membuat pertanyaan "mau jadi apa" terasa seperti ultimatum dengan deadline yang menyesakkan. Keluarga bertanya, teman-teman sudah punya "arah hidup yang jelas," dan kita merasa seperti tertinggal di start line marathon kehidupan.
Tetapi bagaimana jika saya katakan bahwa kebingungan Anda tentang masa depan justru menunjukkan sesuatu yang indah tentang cara Tuhan merancang hidup manusia?
Paradoks Panggilan: Ketidakpastian yang Memberkati
Injil memberikan perspektif yang mengejutkan tentang panggilan hidup. Dalam Efesus 2:10, Paulus menulis bahwa kita adalah "karya Tuhan, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik yang telah dipersiapkan Allah sebelumnya bagi kita."
Perhatikan: pekerjaan baik itu sudah dipersiapkan. Bukan kita yang harus menciptakan atau menemukan panggilan kita dari nol. Tuhan sudah menyiapkan jalan, dan tugas kita adalah berjalan di dalamnya dengan setia.
Ini berarti ketidakpastian Anda bukanlah tanda kegagalan spiritual atau kekurangan iman. Justru sebaliknya - kebingungan bisa menjadi undangan untuk bergantung pada Tuhan dan tidak pada kemampuan kita sendiri untuk merencanakan hidup dengan sempurna.
Belajar dari Yusuf: Panggilan yang Tidak Linear
Bayangkan jika Yusuf, di usia 17 tahun, harus mengisi formulir "rencana karier 10 tahun ke depan." Dia mungkin akan menulis: "Jadi anak kesayangan ayah, mungkin gembala domba yang sukses."
Kenyataannya? Dia dijual sebagai budak, difitnah, dipenjara, lalu tiba-tiba menjadi perdana menteri Mesir. Tidak ada career counselor yang akan merekomendasikan jalur karier seperti itu. Namun melalui jalan yang berliku-liku inilah Tuhan menggenapi tujuan-Nya yang agung.
Panggilan hidup bukan seperti GPS yang memberikan rute tercepat dari A ke Z. Lebih seperti berjalan dengan kompas - kita tahu arah umum (melayani Tuhan dan sesama), tetapi jalanannya mungkin penuh dengan belokan tak terduga yang justru membentuk karakter dan membuka peluang yang tak pernah kita bayangkan.
Bebas dari Tirani "Passion"
Kultur populer hari ini mengajarkan: "Follow your passion!" Tetapi bagaimana jika passion Anda berubah-ubah? Bagaimana jika Anda passionate terhadap banyak hal, atau justru tidak merasa passionate terhadap apa pun?
Injil membebaskan kita dari tirani pencarian passion yang sempurna. Identitas kita tidak terletak pada apa yang kita lakukan, tetapi pada siapa kita di dalam Kristus. Anda adalah anak Tuhan yang dikasihi, baik Anda menjadi akuntan, seniman, guru, atau entrepreneur.
Paradoksnya, ketika kita tidak lagi terpaku pada pencarian passion yang sempurna, kita justru lebih bebas untuk mencoba berbagai hal, belajar dari kegagalan, dan menemukan kesenangan dalam melayani Tuhan melalui pekerjaan apa pun yang kita lakukan.
Mulai dari yang Kecil, Mulai dari Sekarang
Di Pelayanan gereja kami, kami sering melihat anak muda yang menunggu "panggilan besar" sambil mengabaikan kesempatan kecil di hadapan mereka. Mereka bermimpi mengubah dunia tetapi tidak mau membantu mengangkat kursi setelah ibadah.
Panggilan hidup dimulai dari kesetiaan dalam perkara kecil. Mungkin panggilan Anda hari ini adalah belajar dengan sungguh-sungguh, bekerja dengan integritas, atau melayani di komunitas gereja. Tuhan sering menggunakan kesetiaan kita dalam hal-hal kecil untuk mempersiapkan kita bagi tanggung jawab yang lebih besar.
Komunitas sebagai Kompas
Salah satu berkat terbesar dalam menjalani panggilan hidup adalah komunitas iman. Di gereja Jakarta Barat seperti GKBJ Taman Kencana, kami percaya bahwa panggilan hidup tidak ditemukan dalam isolasi, tetapi dalam komunitas.
Orang lain sering melihat karunia dan potensi dalam diri kita yang tidak kita sadari sendiri. Mereka juga bisa memberikan perspektif, dukungan doa, dan bahkan membuka pintu peluang yang tidak akan kita temukan sendiri.
Hidup dalam Ketegangan Kreatif
Mengakui bahwa kita tidak tahu masa depan bukanlah tanda kekalahan - itu adalah posisi iman yang mature. Hidup Kristen selalu melibatkan ketegangan antara perencanaan yang bijaksana dan penyerahan pada kedaulatan Tuhan.
Buatlah rencana, tetapi pegang dengan longgar. Bekerja dengan sungguh-sungguh, tetapi percaya bahwa Tuhan memegang masa depan Anda. Ini adalah ketegangan kreatif yang justru membuat hidup menjadi petualangan iman yang indah.
Panggilan yang Sejati
Pada akhirnya, panggilan hidup yang paling fundamental bukanlah tentang profesi atau karier, tetapi tentang menjadi lebih seperti Kristus dan membawa kasih-Nya ke dunia ini. Apakah itu melalui spreadsheet Excel, kanvas lukisan, atau ruang kelas sekolah - itu semua bisa menjadi ruang untuk melayani Tuhan dan sesama.
Jadi, untuk Anda yang masih bertanya "mau jadi apa," ingatlah: Tuhan sudah mengenal Anda sepenuhnya dan mengasihi Anda tanpa syarat. Panggilan-Nya atas hidup Anda mungkin berbeda dari yang Anda bayangkan, tetapi pasti lebih indah dari yang bisa Anda rencanakan sendiri.
Mari bergabung dalam perjalanan iman ini bersama komunitas yang saling mendukung. Hubungi kami untuk mengetahui lebih lanjut bagaimana Anda bisa menjadi bagian dari keluarga GKBJ Taman Kencana, tempat di mana panggilan hidup ditemukan bersama-sama dalam kasih Kristus.
GKBJ Taman Kencana
Artikel ini ditulis untuk menginspirasi dan memperlengkapi Anda dalam perjalanan iman.
Baca Artikel Lainnya