Kalau Anda baru mengenal Alkitab, mendengarkan khotbah bisa terasa seperti masuk ke tengah percakapan yang sudah lama berjalan. Nama-nama asing, kutipan ayat yang berpindah-pindah, dan istilah yang belum akrab mungkin membuat Anda bertanya, “Saya harus ngapain, ya?”

Tenang saja. Mendengarkan khotbah adalah kemampuan yang bisa dilatih, dan Alkitab sendiri memberi teladan yang bagus.

Belajar dari orang Berea

Dalam Kisah Para Rasul 17:11, Lukas menceritakan jemaat di kota Berea yang mendengar pengajaran Paulus dan Silas. Menurut Lukas, mereka lebih berpikiran terbuka daripada orang-orang di Tesalonika. Mereka menerima firman itu dengan kerelaan hati, dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk memastikan apakah yang diajarkan memang benar demikian.

Perhatikan dua sikap yang berjalan bersama. Mereka mau mendengar, dan mereka juga mau memeriksa. Mereka tidak menutup diri, tetapi juga tidak menelan semuanya mentah-mentah. Sikap inilah yang bisa Anda bawa setiap kali duduk mendengarkan khotbah, di gereja mana pun.

Sebelum khotbah: siapkan hati dan sedikit bekal

Anda tidak perlu persiapan rumit. Beberapa hal kecil ini sudah sangat membantu:

  • Baca bagian Alkitabnya lebih dulu, bila Anda tahu. Membaca satu pasal sekali saja sudah membuat Anda tidak benar-benar asing saat ayatnya dibacakan. Kalau Anda tidak tahu bagian mana yang akan dibahas, tidak apa-apa. Anda tetap bisa mengikuti.
  • Siapkan alat catat. Buku kecil atau catatan di ponsel cukup.
  • Berdoa singkat. Misalnya, “Tuhan, tolong saya mengerti dan jangan biarkan saya sekadar mendengar.”

Sikap hati juga penting. Datanglah dengan rasa ingin tahu, bukan dengan beban harus langsung paham semuanya.

Saat khotbah: dengar, catat, dan tandai

Tidak semua hal perlu dicatat. Coba tangkap tiga hal saja:

  1. Ayat atau bagian yang sedang dibahas. Tulis nama kitab, pasal, dan ayatnya agar mudah dicari lagi.
  2. Hal yang dikatakan teks itu. Apa yang sebenarnya tertulis di sana, sebelum bicara soal penerapan?
  3. Pertanyaan Anda sendiri. Kalau ada kata yang belum Anda mengerti atau pernyataan yang membuat Anda berpikir “Benarkah begitu?”, tulis saja. Pertanyaan bukan tanda iman Anda lemah. Justru itu tanda Anda sedang menyimak dengan serius.

Jika Anda tertinggal di satu bagian, jangan panik. Lanjutkan saja dan tandai bagian itu untuk dicek nanti.

Setelah khotbah: baca konteks dan periksa ayatnya

Ini bagian yang paling mirip dengan kebiasaan orang Berea. Luangkan waktu di rumah untuk membuka kembali ayat yang dibahas.

Langkah sederhananya:

  • Baca beberapa ayat sebelum dan sesudahnya. Satu ayat jarang berdiri sendiri. Ia ada dalam sebuah pasal, dan pasal itu ada dalam sebuah kitab.
  • Tanyakan siapa yang menulis, kepada siapa, dan dalam keadaan apa. Surat untuk jemaat yang sedang kesulitan berbeda dari kisah sejarah atau puisi.
  • Bandingkan dengan catatan Anda. Apakah penjelasan tadi sejalan dengan apa yang Anda baca sendiri?

Contohnya ayat yang sering dikutip: “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku” (Filipi 4:13). Sekilas ayat ini terdengar seperti janji untuk mencapai apa saja. Tetapi kalau Anda membaca ayat-ayat sebelumnya, Paulus sedang bercerita tentang belajar merasa cukup, baik saat berkelimpahan maupun saat kekurangan. Konteks mengubah cara kita memahami ayat itu. Kebiasaan membaca konteks akan melindungi Anda dari salah paham, baik ketika Anda mendengar khotbah maupun ketika membaca sendiri.

Apa yang kami harapkan dari Anda

Sebagai gereja, kami memegang bahwa Alkitab adalah otoritas tertinggi dalam iman dan kehidupan. Karena itu kami justru senang kalau jemaat dan pengunjung membuka Alkitab dan memeriksanya sendiri. Anda bisa membaca lebih lanjut tentang pegangan iman kami di halaman Apa yang Kami Percaya.

Jadi, Anda tidak diminta setuju pada semua hal sejak hari pertama. Yang kami harapkan hanyalah kesediaan untuk mendengar dengan jujur dan memeriksa dengan tekun.

Kalau pertanyaan Anda menumpuk

Bagus, itu berarti Anda sedang belajar. Simpan pertanyaan itu dan bawalah kepada seseorang yang bisa diajak berdiskusi. Silakan hubungi kami lewat halaman Kontak. Ada tim yang menangani calon pengunjung dan senang berbincang dengan Anda.

Jika Anda ingin mencoba mendengarkan khotbah bersama kami, jadwal ibadah terbaru selalu tersedia di halaman Ibadah Minggu, dan beberapa jawaban untuk kunjungan pertama ada di halaman Baru di Sini. Tidak perlu menunggu sampai merasa paham Alkitab. Cukup datang dengan hati yang terbuka dan pertanyaan di tangan, seperti orang Berea.

Bacaan Alkitab: Kisah Para Rasul 17:11.